KEPRIBADIAN dan PSIKOLOGI REMAJA

Berbagai kehidupan remaja terjadi di sekitar kita. Banyak buku mengatakan bahwa remaja adalah proses peralihan. Dimana mereka semua akan mencari jati diri mereka yang sesungguhnya. Berbagai pengaruh dari dalam maupun dari luar akan menggandrungi mereka dan akan membentuk pribadi mereka sesuai apa yang mereka dapatkan. Di sekolah, banyak karakter siswa yang berbeda-beda. Berdasarkan penampilan saja, sudah terlihat karakter mereka yang sesungguhnya. Penampilan mereka yang dilebih-lebihkan menunjukkan bahwa mereka ingin menjadi yang terbaik dari yang ada di lingkungan mereka. tapi apakah pantas jika mereka terlalu berlebihan dan memandang bahwa pendidikan adalah bukan hal utama yang ingin mereka capai saat pergi ke sekolah?

Hal itu banyak terjadi di sekolah kami. Bahkan mereka lebih rela membawa peralatan make-up dan sejenisnya daripada harus membawa buku pelajaran. Mereka menganggap bahwa harta adalah nomer 1 dan laki-laki adalah nomer 2 yang harus mereka capai dalam hidup ini. yang mereka pikirkan hanyalah kesenangan. Mereka tidak pernah berpikir tentang kesengsaraan. Lalu bukankah peribahasa “berakit-rakit ke hulu,berenang-renang ke tepian” adalah peribahasa sebagian mereka orang yang sukses? Lalu mau jadi apakah mereka yang hanya memikirkan kesenangan semata?
Mereka tidak pernah berpikir tentang biaya dan pengorbanan orang tua. Tapi disisi lain, mereka juga sebenarnya punya cita-cita dan ingin meraih masa depan yang sukses. Hal itu dibuktikan saat ujian, mereka berusaha menyontek agar nilai mereka bagus. Mereka juga terkadang terlihat seperti siswa lain. Mereka baik, suka menolong, dan perhatian kepada sesama. Mereka seperti mempunyai 2 pribadi yang berbeda. Disaat mereka terlihat polos,baik,dan murah senyum, mereka akan disukai banyak teman, bahkan disekitar mereka sebenarnya banyak yang peduli terhadap mereka. tapi disaat mereka berubah menjadi pribadi yang jelek,agresif terhadap lawan jenis, dan bersikap konyol layaknya hewan, teman-teman mereka pun menjauhi mereka. bahkan tidak ada yang mau berteman dengan mereka. saat mereka menjadi pribadi yang baik, sebenarnya banyak yang menashati mereka dan mendukung mereka agar tidak lagi kembali menjadi pribadi mereka yang kedua, yaitu pribadi yang jelek,agresif,dan konyol. Tapi mereka tetap saja kembali ke pribadi mereka yang kedua. Sebenarnya apa yang mereka pikirkan? Entah bagaimana cara mengubah gaya hidup dan kepribadian mereka? biarlah waktu yang menjawabnya, akan jadi apa sih mereka saat mereka sudah dihadapkan dengan kehidupan yang penuh dengan tanggung jawab yaitu kehidupan saat dewasa nanti?

images (29)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s