DISAAT BATIK MENGALAHKAN KIMONO (art of indonesian)

khdcih
batik kimono

Cuaca hari ini kurang bersahabat. Awan hitam yang tebal masih menyelimuti langit. Angin berhembus cukup kencang. Udara pun masih terasa dingin. Remaja berusia 16 tahun itu masih sembunyi dibalik selimut yang lembut dan tebal. Jam dinding menunjukkan pukul 06.00 pagi. Alarm ponselnya berbunyi sangat keras. Tapi dia masih belum mau untuk membuka kelopak matanya. Kalau bukan mamanya yang berteriak,dia tidak akan bangun dan pergi ke sekolah. Tidak lama kemudian, mamanya berteriak dan menyuruhnya untuk bangun.
“KIM…….!!!!!!!

ayo bangun,nanti kamu telat berangkat ke sekolahnya.” Teriak mamanya.
“iya ma….!” sahut kim dengan nada yang cukup keras. Haduh enak-enak mimpiin kak sammy malah dibangunin sama mama ( marah dalam hatinya ).
YA,namanya KIM, dia siswi SMAN HIMAWARI yang cukup eksis. SMAN HIMAWARI ini terkenal dengan sekolah yang level nya tinggi atau bisa dibilang sekolahnya anak elite.
KIM merupakan salah satu murid yang dibilang cukup berprestasi. Terutama di bidang bahasa inggris. Wajarlah papanya keturunan jerman dan ibunya keturunan sunda. Kim merupakan anak semata wayang. Jadi papa dan mamanya sangat memanjakannya apalagi dia sering mendapat prestasi. Oh iya sammy itu pria yang dikagumi oleh kim. Selain dia tampan,dia juga pintar berbicara bahasa inggris. Kim sangat tidak suka kalau dia lagi bermimpi bersama kak sammy itu lalu dibangunkan oleh suara bising. Tapi mau bagaimana lagi,yang membangunkannya adalah mamanya sendiri jadi mau tidak mau ia harus bangun lalu cepat-cepat mandi untuk berangkat ke sekolah. 5 menit kemudian………….
“ma, kim berangkat dulu yahhh udah telat nihhh!!!” (menuju ruang makan)
“loh, ndak sarapan dulu kamu?” sahut mama.
“ndak ah ma. Makanannya gak enak “ jawab kim.
“huss jangan bilang gitu, kalau besok kamu gak bisa makan enak kayak gini lagi gimana? Mau kamu?” sahut papa kim.
“ aduh pa…please dech gak usah lebay ya gak mungkin lah besok kita makan gak enak. Udah ah pa kim mau berangkat sekolah dulu “ (sambil mencium tangan kedua orang tuanya)
Kim pun berangkat sekolah mengenakan seragam putih-abu dengan tas samping sepanjang lutut. Ia diantar sopir pribadinya. Padahal jarak rumahnya dengan sekolah sangat dekat. Ia tidak ingin kulitnya yang putih itu menghitam dan rambutnya yang berkilau itu menjadi bercabang karena sinar matahari. Wajarlah dia sangat menjaga penampilannya, memang kim sangat cantik. Ditambah matanya yang sedikit sipit layaknya orang jepang itu membuat penampilan kim sangat menarik. Tidak sedikit pria yang mengagumi dirinya. Tapi berbeda dengan sammy, sammy sangat cuek. Hal itulah yang membuat kim menjadi semakin penasaran dengan sammy. Seperti pagi ini, walaupun kim sudah dandan setengah mati, sammy tidak tergoda sedikit pun.
“hihh,kenapa sih tuh anak cuek banget? Padahal gue udah dandan dari shubuh nih…!” kim terlihat jengkel. (sambil berjalan dengan 2 temannya menuju kelas)
“ya udahlah kim,,, kalo’ emang jodoh gak akan kemana kok.” Sahut nanda.
“ya tapi dia itu gak pernah ngelirik gue dikit aja..gue kurang apa coba? Cantik iya,pinter iya,kaya juga iya…” ucap kim (dengan menaikkan alisnya)
Tiba-tiba byuuurrrr…..
“oh my to the god…..!!!!! Eh loe punya mata gak sih? Udah cupu,miskin,bau lagi….” teriak kim. (suaranya naik 1 oktav)
“maaf..maaf.. mbak saya ndak sengaja” (dengan nada yang lirih)
“eh emangnya dengan maaf loe itu,baju gue bisa kering gara-gara minuman loe yang kampungan ini apa? Udah ah guys yuk kita cabut….!” ajak kim
Kim bersama nanda dan joy pun meninggalkan jamilah dan menuju ruang kelas untuk membersihkan baju kim yang terkena noda minuman dari jamilah si anak cupu tadi.
“gila ya tuh anak…bisa-bisanya dia numpahin minumannya ke baju gue.!” Ucap kim.
“yaelah kim..namanya juga jamilah gak sengaja…!” sahut nanda.
“iya juga sih..tapi dia kan anak yang miskin,terus bau lagi, gue kan jadi ilfill..” (sambil membersihkan seragamnya)
“eh ssttt…nie gue baru baca kalo ramalan zodiak pisces hari ini tuh buruk banget…zodiak loe pisces kan kim?” celetuk joy.
“iya emang nya ramalan zodiak untuk pisces hari ini apa?” kim terlihat penasaran.
“nih ya untuk pisces: hati-hati,bencana besar akan menimpamu..jangan berbuat kejahatan dan menghina orang…dunia akan berputar..!!!! kim..loe kan habis nge-hina jamilah? Jangan-jangan loe hari ini akan jadi cupu dan miskin kayak jamilah lagi?” jelas joy (sambil menunjuk ke arah kim)
“yaelah joy…it’s very impossible..gue kan eksis dan nge-hits di sekolah ini,jadi gak mungkin lah gue akan jadi cupu kayak si jamilah tadi.” Ucap kim.
“ya joy, hari gini masih aja percaya ama gituan..kalo kim kena bencana hari ini pun, itu pasti cobaan dari allah SWT” jelas nanda.
“yap! Bener tuh kata ustadzah nanda hahahaha…” ejek kim.
“apaan sih kim,gue bisa ngomong gini tuh juga karna dengerin ceramah mamah dedeh di TV,udah ah jangan bercanda mulu ni udah jam 07.00 mau bel masuk.” Ucap nanda.
Mereka bertiga pun menerima pelajaran seperti biasanya. Hingga jam dinding menunjukkan pukul 12.30. kring…kring…. bel sekolah pun berbunyi tanda pelajaran sekolah telah usai. Kim,nanda,dan joy pun keluar dari ruang kelas.
“eh kim,joy, gue pulang dulu ya ..nyokap gue udah jemput tuh…bye!” pamit nanda. (sambil melambaikan kedua tangannya)
“bye…!” jawab kim dan joy bersamaaan.
“loh kim, mana sopir pribadi loe? Tumben telat jemput?” tanya joy.
“iya nih…awas aja kalo sampe’ sini gue omelin tuh sopir!” (dengan nada yang sedikti kesal)
“ya udah kim gue pulang dulu ya..sopir gue udah jemput tuh…bye..” pamit joy
“eh iya-iya bye..” (sambil menulis pesan di ponselnya)
Sudah setengah jam kim menunggu di gerbang sekolah. Tapi sopir pribadinya itu belum juga datang menjemput kim. tiba-tiba ponsel kim bergetar. 1 pesan diterima.
“kim, kamu naik taksi aja ya papa gak bisa jemput kamu…” isi pesan tersebut.
“haduh..papa nih gak biasanya kayak gini..ya udahlah gue naik taksi aja” kata kim dalam hatinya.
Akhirnya kim pun pulang menaiki taksi. 5 menit kemudian,kim sampai di rumah. Saat ingin memasuki rumah,di depan pintu terdapat tulisan “RUMAH INI DISITA OLEH PIHAK BANK”. Kim sangat terkejut. Ia langsung menggeletakkan tas sampingnya. Dan menemui papa serta mamanya yang masih ada di dalam rumah.
“pa, di depan pintu kok ada tulisan “RUMAH INI DISITA OLEH BANK?” tanya kim.

“ya kim,perusahaan papa bangkrut dan meninggalkan hutang di bank sebesar 5M” jawab papa kim (dengan wajah klemis dan lesu)
“what? 5M? Banyak banget pa, aduh ini gak mungkin pasti kim Cuma mimpi ya kan pa?” tanya kim (sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri)
“tidak kim,kamu tidak mimpi, ini nyata. Sudah ayo kamu kemasi barang-barang mu dan kita berangkat ke rumah nenekmu di jogja sekarang juga.” Ajak papa kim.
“iya pa..” jawab kim (dengan wajah murung)
Kim pun menuju lantai atas rumahnya untuk pergi ke kamar kesayangannya dan mengemasi semua barang yang ada di kamarnya. Ada 2 benda yang tidak akan tertinggal oleh kim yaitu ponsel dan make-up. Setelah 15 menit lamanya kim mengemasi barang-barangnya, kim pun bergegas menuju lantai bawah dan menemui papanya yang sudah lama menunggu dirinya.
“KIM…! cepat dong kita akan ketinggalan kereta kalau kamu lambat seperti ini..!” teriak papa kim.
“iya pa..bantuin dong, ini kim bawa 2 koper, berat-berat lagi.” Jawab kim (sambil menuruni tangga)
“ya udah cepat kita berangkat, sini papa bantuin” ucap papa kim.
“lho wait..wait.. kita Cuma berdua nih pa? Mama mana?” tanya kim.
“oh iya papa belum cerita ke kamu, tadi waktu pihak bank menyita semua harta benda papa, mama pergi ninggalin kita .. mungkin mama tidak ingin hidup sengsara bersama kita..” jawab papa kim.
“gak mungkin mama ninggalin kita Cuma gara-gara gak mau hidup sengsara, pasti ada alasan lain sampai-sampai mama pergi ninggalin kita..!” bantah kim.
“udah-udah daripada kita ketinggalan kereta gara-gara debat kayak gini. Mending kita berangkat sekarang.” Ajak papa kim.
Mereka berdua akhirnya berangkat menuju stasiun . di stasiun, kim berharap di depan pintu stasiun ada seorang pria yang berdebat dengan security dan ingin memaksa untuk masuk layaknya di film-film. Kim selalu terbayang dengan sammy. Tapi hingga kereta datang pun,sammy tak kunjung datang. Saat di dalam kereta, kim masih belum percaya bahwa akan terjadi peristiwa seperti ini di kehidupannya.
“masa’ iya sih ini semua gara-gara ramalan zodiakku hari ini buruk seperti yang dikatakan oleh joy? Ah tapi rasanya itu semua gak mungkin deh, ini pasti hanya cobaan dari allah SWT seperti yang dikatakan nanda.” Renung dalam hatinya.
Tepat jam 08.00 malam, kim bersama papanya sampai di rumah nenek. Nenek menyambut kedatangan mereka dengan senyuman seolah sudah tau bahwa mereka mempunyai beban yang amat berat. Nenek pun mengantar cucu kesayangannya itu ke dalam kamar
“ini kamarmu kim…” kata nenek (sambil membuka pintu kamar)
“what? Ini kamar kim nek? Masa’ Cuma ranjang sama kasur doang sih nek,sempit lagi. Terus AC nya mana nek? Bedcover nya juga mana? Terus lampunya redup lagi. Meja riasnya mana nek?” tanya kim (dengan nada cerewet)
“sssstttt….sudah tidur..besok bangun jam 04.00 ya ikut nenek ke masjid.” Jawab nenek (sambil menutup mulut kim dengan jari telunjuknya)
Nenek pun pergi meninggalkan kim yang masih tercengang di depan pintu kamarnya.
“ha? Bangun jam 04.00? gue bangun jam 06.00 aja jarang..itupun dibangunin mama. Kalo’ gak ada mama kayak gini ya mungkin gue bangun jam 10.00 siang kali.” Kata kim dalam hatinya.
Hari pun berganti, terlihat mega merah di ufuk timur. Terdengar kumandang adzan sholat shubuh. Seperti biasa, nenek pun mengambil air wudhu di kamar mandi, kemudian mengenakan mukena dan siap untuk berangkat ke masjid.
“KIM,,,ayo bangun..ambil air wudhu …kita berangkat ke masjid..!” teriak nenek.
“nggak ah nek masih ngantuk, lagian kim udah lupa cara wudhu..” sahut kim dari dalam kamar.
Akhirnya nenek pun memasuki kamar kim, dan menyuruh kim untuk cuci muka terlebih dahulu. Setelah itu nenek mengajari kim tata cara berwudhu yang baik dan benar. Akhirnya mereka berdua pun berangkat ke masjid bersama-sama. Setelah sholat shubuh, nenek menyuruh kim untuk nyapu,ngepel,dan cuci baju,karena nenek harus bekerja di sebuah sanggar batik yang tidak jauh dari rumahnya.
“kim, nenek berangkat dulu ya? Cuci baju,ngepel,dan nyapu jangan lupa..!” pamit nenek.
“iya nek…aku gak bisa masak nek..nanti kalau papa makan gimana?” sahut kim.
“kamu gak usah khawatir, nenek sudah memasak gudeg tadi sebelum kita berangkat ke masjid.” Jawab nenek. (sambil menutup pintu rumah)
Nenek pun berangkat ke sanggar batik milik tetangganya. Dari membatik lah nenek bisa mencukupi segala kebutuhannya selama ini. ditambah lagi anak dan cucunya lagi ada di rumahnya,jadi nenek harus bekerja lebih giat lagi untuk mencukupi kebutuhan mereka. Terutama kebutuhan kim,cucunya. Sementara itu dengan kim……..
“haduh, gimana cara cuci baju ya?, biasanya kan bi’ minah yang ngerjain semua tugas rumah tangga. Gue mana ngerti sama sapu,pel,dan sikat baju. Ya udahlah gue kerjain sebisa gue aja,” ujar kim dalam hatinya.
setelah selesai mengerjakan tugas dari nenek, kim pun hendak mandi. Ternyata sabun di kamar mandi habis. Tanpa pikir panjang, kim lari ke warung dekat rumah nenek untuk membeli sabun. Setelah sabun didapatnya, kim langsung pulang dan tiba-tiba kim melihat pintu kamar papanya terbuka dan tidak ada siapa-siapa di dalamnya.
“pa…papa…papa dimana?” kim terlihat panik.
Tiba-tiba di meja ruang tamu, terdapat sepucuk surat dari papanya.
“ kim, anak papa satu-satunya, maafkan papa yang telah meninggalkan kim ke jakarta. Papa mau cari kerja disana. Kim baik-baik ya bersama nenek. Jangan nakal ,turuti semua perintah nenek. Papa sayang sama kim.” isi surat tersebut.
Terlihat pipi kim dibasahi oleh air matanya yang bercucuran,kim langsung masuk ke kamar dan merenungi semua peristiwa yang telah terjadi padanya.
“kenapa keluargaku jadi berantakan seperti ini ya tuhan? Apa salahku? Apa selama ini aku terlalu sombong dan sering menghina teman-temanku ? aku janji ya allah,aku tidak akan sombong dan menghina teman-teman lagi,asal papa dan mama kim bisa kembali.” ucap kim (sambil meneteskan air mata)
“assalamualaikum..kim..kamu dimana? Ini nenek bawakan baju batik untuk kamu..!” teriak nenek.
“waalaikumsalam nek..”jawab kim (dengan nada yang tersendat-sendat)
“loh kamu kenapa kok nangis di dalam kamar sendirian?” tanya nenek.
“nek,papa ninggalin kim ke jakarta. Kim mau ke jakarta juga nek, nyusul papa. Kim juga kangen sama temen-temen kim di sekolah.” Rengek kim.
“sudah-sudah…mungkin papa kamu cari kerja di jakarta supaya kamu bisa sekolah lagi kim. sudah usap air mata mu, nih udah nenek bawain baju batik. Bagus kan?” hibur nenek.
“batik nek?” tanya kim. (sembari mengusap air matanya)
“iya batik. Seni asli dari negara kita sendiri masa’ kamu gak tau?”
”ya tau sih nek,tapi kim belum pernah pake batik.” Ucap kim
“ya sudah, sekarang coba dulu batik buatan nenek ini.” sahut nenek.
5 menit kemudian, kim keluar dari kamar mandi…….
“gimana nek bagus gak?” tanya kim.
“subhanallah..kamu cantik banget kim kalo pakai baju batik..bagaikan batik sudah mengalahkan kimono.” Ujar nenek.
“ha? batik mengalahkan kimono nek?” tanya kim.
“iya, kamu seperti orang jepang yang mengenakan batik,itu artinya batik sudah mengalahkan kimono.” Jawab nenek
“ah nenek bisa aja nih. Oh iya nek ajarin aku cara mbatik dong nek.” Pinta kim
“iya besok pagi kamu ikut ke sanggar batik nenek. Nanti nenek ajarin gimana cara membatik.” Ucap nenek.
Keesokan harinya….seperti biasa, pukul 04.00 pagi,nenek dan kim berangkat ke masjid. Setelah itu kim berangkat ke sanggar batik bersama nenek. Setibanya di sanggar batik, kim diajari oleh nenek tentang cara mbatik.
“ooooo…jadi begitu ya nek cara mbatik..itu mah gampang nek…sini biar kim aja yang mbatik nek.” Kim terlihat percaya diri.
Setelah kim mencoba,ternyata membatik itu tidak semudah apa yang dia perkirakan.akhirnya setiap hari, kim diajak nenek ke sanggar. Kim terus belajar..belajar…dan belajar. Kepribadian kim menjadi semakin baik. Sekarang,kim menjadi remaja yang tidak mudah menyerah dan 1800 kehidupan kim berubah dari yang sebelumnya. Setelah 1 minggu kim berusaha keras, kim menjadi bisa membuat design batik dan membuat batik sendiri. Dan suatu ketika saat kim membatik….
“nek, ini ada acara lomba design batik, tapi pesertanya harus anak remaja berumur 15-17 tahun-an nek. Sedangkan di sanggar batik ini tidak ada karyawan semuda itu. bagaimana ini nek?”
Terdengar suara seorang pria yang sedang berbincang-bincang bersama nenek. entah kenapa nenek dan pria itu menunjuk ke arah kim. semakin lama mereka semakin mendekat ke arah kim.
“kim, kenalkan…ini pak elang,dia manager di sanggar ini.” ujar nenek
“saya kim pak..” (sambil menjulurkan tangannya)
“ya..saya elang..jadi ini nek yang mau kita ajukan untuk lomba design batik itu?” jawab pria itu.
“iya nak elang, kim cukup berbakat dalam bidang membatik. Hanya dengan waktu 1 minggu, ia langsung bisa membatik,padahal sebelumnya dia ini anak kota yang tidak tau apa-apa tentang batik.” Jelas nenek.
“woww..itu waktu yang cukup singkat untuk pemula. Baiklah kim akan saya daftarkan ke lomba design batik ini. lombanya dimulai minggu depan ya kim. “ ucap pak elang.
“oh iya pak..makasih sudah memberi saya kesempatan untuk lomba membuat design batik.” ( tersenyum kecil)
Kim terus berlatih bersama neneknya. Hingga hari perlombaan pun tiba. Kim diantar pak elang dan neneknya menaiki mobil menuju gedung graha mexico dimana perlombaan design batik itu diselenggarakan. Kim sangat gugup. Karena sebelumnya ia tidak pernah mengikuti lomba seperti ini. tapi nenek berusaha menghiburnya. Saat di ruang tunggu, kim mendapat urutan nomor 78. sudah 1 jam kim,pak elang dan nenek menunggu. Hingga pada saatnya nama kim dipanggil oleh host.
“KIM SIBAKISIMA dengan nomor urut 78 silahkan memasuki ruang audisi perlombaan..!” panggil sang host.
Kim pun memasuki ruang audisi lomba tersebut. Di dalam ruang itu sudah terdapat 2 juri yang siap menilai hasil karya kim.
“kim sibakisima ya?” tanya salah satu juri.
“iya.” Jawab kim
“baru kali ini lho ada orang jepang yang bisa buat design batik.” Puji salah seorang juri lainnya.
“saya bukan orang jepang pak. Saya asli indonesia kok.” Jawab kim gugup.
“oooo..saya kira kamu orang jepang. Apa motivasimu mengikuti lomba ini?” tanya juri
“saya ingin membanggakan papa dan mama saya.walaupun saya tidak tahu dimana keberadaan mereka.”
“mulia sekali tujuanmu…ya sudah sekarang tunjukkan hasil karyamu.”
Kim pun menunjukkan hasil karyanya yang dibuat bersama nenek. untuk membuktikan kebenaran bahwa itu hasil karya sendiri, sang juri pun memberi tantangan kepada kim yaitu dengan membuat design sesuai yang diinginkan juri. Ternyata kim bisa menyelesaikan tantangan itu dengan baik.
“oke kim..kamu memang berbakat dengan dunia batik. Semoga kamu berhasil mendapatkan juara 1 di perlombaan ini. karena hadiah utamanya yaitu kamu bisa dikirim ke jepang untuk membuat design batik dan mempromosikan batik disana.” Ucap sang juri.
“iya pak. Terima kasih.” Kim terlihat sangat senang.
1 minggu berlalu…
Pengumuman pemenang lomba design batik itu pun diselenggarakan di tempat yang sama. Kim,pak elang dan nenek menanti-nanti siapakah yang akan menjadi pemenang lomba itu.
“JUARA III LOMBA DESIGN BATIK DIPEROLEH ATAS NAMA AMIN KHOIRUL..
JUARA II LOMBA DESIGN BATIK DIPEROLEH ATAS NAMA DINA KUSUMA
DAN JUARA I LOMBA DESIGN BATIK DIPEROLEH ATAS NAMA KIM SIBAKISIMA..” suara juri.
Kim pun sangat bersyukur dan dia harus terbang ke negeri sakura untuk karirnya. Di jepang,kim mendapat beasiswa sebesar 50 jt. Dan ia dinobatkan sebagai designer termuda di indonesia.
“papa..mama..ini untuk kalian. Kim sudah berhasil membawa nama baik indonesia di negeri jepang. Batik sudah berhasil mengalahkan kimono.” Pernyataan kim saat diwawancarai wartawan.
Akhirnya kim bisa membelikan rumah untuk papa dan mama nya. Kim tidak lagi menjadi anak manja seperti dulu. Dia juga tidak lagi suka menghina teman-temannya.bahkan,saat kim ingin pergi kemana-mana ada 2 benda yang tidak tertinggal olehnya tapi itu tidak ponsel dan make-up tapi jaket bermotif batik dan 1 canting kebanggaannya. Dan ada seorang pria yang dapat menggantikan sammy di hatinya saat ini. dia adalah pak elang.

TAMAT

Iklan

4 pemikiran pada “DISAAT BATIK MENGALAHKAN KIMONO (art of indonesian)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s